Memuat...

Rabu, 25 Januari 2012

Salah satu bentuk promosi yang dilakukan oleh Ekowisata Mangrove Bedul dan Desa Wisata Sumberasri(dalam proses pengembangan) adalah dengan bekerja sama dengan stasiun teevisi nasional salah satunya adalah dengan Trans 7. Baru-baru ini telah diadakan kegiatan syuting si Bolang Desa yang bertempat di desa Sumberasri dan di Ekowisata Mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo, semoga dengan kegiatan ini yang akan ditampilkan pada acara Si Bolang tersebut akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Desa Sumberasri dan Wisata Mangrove Bedul yang lebih mengerti dan memahami tentang Konservasi.

Minggu, 13 November 2011

Mangrove Bedul Ecotourism - Information in English


Mangrove Bedul Ecotourism

A cooperation between the village of Sumberasri and Alas Purwo National Park, Mangrove Bedul Ecotourism (MBE) comprises a space of 2,300 hectares of intact mangrove forest with an adjoining lagoon of 18 km.

The original idea for the project was given by the community of the village of Sumberasri, in an attempt to restore and protect the mangrove area and all its existing flora and fauna.

The project also serves as an alternative to develop the local economy and improve the welfare of the community by providing employment opportunities and a leisure space.

So far, MBE is still solely managed by the tourism-board of the village of Sumberasri, making this project a genuine community-based tourism initiative, unique to Alas Purwo National Park.



The Tours

Mangrove Bedul Ecotourism offers three different tours to explore its mangrove and wildlife.

On all three tours visitors are taken on traditional Javanese boats, the Gondang-Gandung, to discover the wildlife in the park: monkeys, monitor lizards and migratory birds from Australia are amongst some of the species who depend on the 26 different types of mangrove for their sustenance.

In the future, the park intends to increase its package tours to include a variety of activities that give visitors a chance to see up-close village life and engage with the local community.

The park also offers a pleasant location for those who wish to fish. The tranquil beach of Bedul is also easily accessible from the park, taking visitors through the lowland forest of Alas Purwo where deer, wild boar, peacocks and other wildlife can be spotted.

An English-speaking guide will accompany guests on all tours, and lunch can also be provided if requested.

For those who wish to enjoy this area for longer, a homestay in a traditional Javanese home can be arranged.

Tour 1 – Kêre

Guests are taken by boat to the mouth of the river Kêre where some species of wildlife and mangrove can be observed.

Visitors can finish their tour by crossing the lagoon and taking a walk through the lowland forest that leads to Bedul beach.

Route: 6 km return trip
Duration: 45 min


Tour 2 – Cungur

Guests are taken by boat to the estuary of the lagoon where in the appropriate season, in addition to the wildlife that can be spotted all year round in the park, migrant birds from Australia can also be observed. This location provides a beautiful view point for sunset.

In low tide, visitors can reach the beach of Bedul within an easy 15 minute walk. Alternatively, they can take the path through the lowland forest to reach the beach.

Route: 10 km return trip
Duration: 1 hour 30 min                                            


Tour 3 – Ngagelan

Visitors take a 1 hour boat ride and a 30 minute walk through the lowland forest to reach the turtle hatchery beach of Ngagelan, comprised within Alas Purwo National Park, where they will be able to see the newly born turtles and learn how they are kept and safeguarded until they are ready to be released into the sea.

Route: 16 km return trip
Duration: 3 hours



Directions

By car:

From Banyuwangi - Srono - Muncar - Tegaldlimo - Sumberasri - Bedul

From Banyuwangi - Srono - Benculuk - Purwoharjo - Sumberasri - Bedul

From Jember - Benculuk - Purwoharjo - Sumberasri - Bedul


By public transport:

Option 1: From Banyuwangi take the bus to Srono Muncar, in Muncar change transportation to Tegaldlimo, in Tegaldlimo take a moto-taxi to Sumberasri village and from there follow the directions to Bedul.

Option 2: Take a bus from Banyuwangi to Benculuk market. In Benculuk market take another public transport to Curahjati. In Curahjati hire a moto-taxi to Bedul.



Contact

Eko: (0062) 082331121094

Email: Mangrove.Bedul@Gmail.com








Selasa, 21 Juni 2011

Keseimbangan Perlu Diperhatikan

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengunjung Ekowisata Mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo setiap hari harus terus ditingkatkan. Salah satu dari upaya tersebut adalah dengan menjadwalkan libur sehari dalam setiap minggunya, yakni pada hari senin. pada hari tersebut aktivitas penyebrangan wisatawan ke daratan marengan di liburkan dan segenap stake holder yang ada di pengelolaan ekowisata mangrove blok bedul melakukan cleaning area di marengan utamanya di pantai selatan dan lokasi mangrove bedul. kegiatan ini sudah berlangsung sejak bulan Mei lalu. tujuan dari kegiatan ini adalah 1) pemulihan kawasan, yang mana setelah enam hari terdapat aktifitas wisata, 2) pemulihan kawasan dan penyegaran.

Rabu, 06 April 2011

Wisata Desa

Upaya Pengelolaan pengunjung yang dilakukan pengelola Ekowisata Mangrove Blok Bedul Taman nasional Alas Purwo,agar wisatawan tidak terkonsentrasi di resort Bedul, salah satunya dengan mengembangkan wisata desa konservasi Sumberasri. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan adalah ikut pemilik homestay ke sawah. Seperti yang dapat dilihat di gambar " wisatawan asal Jerman O. Romy sedang ikut berkatifitas mendirikan tegakan untuk tanaman kacang panjang di salah satu lahan milik masyarakat dengan didampingi guide".

Makan Ala di Hutan dengan bungkus daun pisang di atas perahu

Menikmati makan siang diatas perahu Gondang-gandung yang sedang menyusuri sungai segoro anakan Ekowisata Mangrove Blok Bedul Taman nasional Alas Purwo. menu lalapan ikan laut goreng, sambel, sambal goreng tempe dan teri, terasa lengkap dengan minum degan(kelapa Muda). benar benar pengalaman yang mengasyikkan.

Senin, 28 Februari 2011

Kunjungan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, M.Si. di Ekowisata Mangrove Blok Bedul Taman Nasional Alas Purwo Desa Sumberasri.

Senin, 27 Desember 2010

Serah Terima Lebah madu dari BPHM I kepada Warga

Serah Terima Bantuan Lebah Madu Serana


Akhirnya setelah tertunda beberapa hari dari rencana semula, bantuan budidaya lebah madu dapat dierah terimakan dari BPHM wilayah I kepada Pengelola Ekowisata Mangrove Blok Bedul dilanjutkan penyerahan kepada warga yang telah dibina dan diberi arahan tentang tatacara perawatan lebah madu ini.

studi banding



Studi Banding beberapa Desa Wisata yang ada di di Propinsi jawa Timur ke Yogyakarta. Ada enam desa wisata dari enam Kabupaten yang ikut serta dalam kegiatan study banding ini salah satunya adalah DesaSumberasri Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai aset wisata alam yakni Ekowisata Mangrove Blok Bedul. Study banding ini bertujuan menimba ilmu dalam pengelolaan, pengemasan dan pemasaran yang telah dilakukan oleh desa wisata yang ada di yogyakarta. Tentunya tidak serta merta kita mencontoh apa yang telah mereka lakukan mentah-mentah tetapi apa yang kita dapat kita sesuaikan dengan kondisi dan situasi dengan apa yang ada di desa Sumberasri yang merupakan salah satu desa penyangga di Taman Nasional Als Purwo. Tentunya hal yang paling utama kita dapatkan adalah bagaimana kegiatan wisata desa ini bisa melibatkan paling tidak sebagian dari masyarakat desa dalam upaya menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat.

Salah satu desa wisatayang menjadi tujuan kgiatan ini yakni desa wisata kebonagung yang dimana managemen dianggap bagus baik dari segi pengemasa maupun pemasaran dari kegiatan desa wisata disana.

Senin, 20 Desember 2010

Pelatihan Budidaya Lebah Madu


Pelatihan Budidaya lebah madu yang baru saja dilakukan oleh salah seorang pengelola Ekowisata Mangrove Blok Bedul ini bertujuan untuk menambah bidang pemberdayaan masyarakat. diharapkan dengan mengirim seorang pengelola tersebut kelak dapat menularkan ilmu yang didapat dari pelatihan kepada warga masyarakat sekitarnya. Pelatihan budidaya lebah madu ini di fasilitasi oleh Balai Pengelolaan Hutan Mangrove Wilayah I. adapun tempat pelatihan yang dipilih adalah kelompok budidaya lebah madu pramuka di Batang Jawa Tengah yang merupakan salah satu pusat pelatihan budidaya lebah madu. setelah dilatih selama seminggu kedepannya akan dibentuk kelompok budidaya lebah madu di desa Sumberasri dengan bantuan awal dari BPHM Wilayah I sebanyak 10 kotak lebah, dengan modal awal sepuluh kotak ini diharapakan dapat berkembang menjadi pundi-pundi pemasukan bagi masyarakat yang menjadi anggota kelompok maupin warga yang berminat.